Temukan Berbagai Produk Menarik Dari Desa Ngis, Karangasem
Madu Kele adalah UMKM lokal dari Desa Ngis, Karangasem, yang menghadirkan produk alami dan sehat untuk keluarga. Kami menyediakan madu hitam, madu murni, serta bawang putih tunggal dengan berbagai ukuran. Semua produk diolah secara alami tanpa bahan tambahan, menjaga kualitas dan khasiatnya tetap terjaga. Dengan membeli produk dari Madu Kele, Anda tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan dari alam, tetapi juga ikut serta mendukung UMKM desa agar terus berkembang dan berdaya saing.
Rp400.000
- Rp800.000
Minyak VCO (Virgin Coconut Oil) adalah minyak kelapa murni yang diperoleh dari daging kelapa segar melalui proses tanpa pemanasan tinggi atau bahan kimia, sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Karakteristik VCO Bahan Baku: Kelapa segar berkualitas. Proses: Cold-pressed atau fermentasi, tanpa bahan kimia. Tekstur & Warna: Cairan jernih, bening. Aroma: Bau khas kelapa segar. Rasa: Lembut, tidak tengik. Kandungan Utama Asam Laurat (50%) → anti-bakteri & antivirus Medium Chain Triglycerides (MCT) → cepat diserap tubuh Vitamin E → antioksidan Manfaat VCO ✅ Kesehatan Meningkatkan daya tahan tubuh Menurunkan kolesterol jahat (LDL) Menjaga kesehatan jantung Membantu menurunkan berat badan ✅ Kecantikan Melembabkan kulit dan bibir Mengurangi ketombe dan memperkuat rambut Digunakan sebagai bahan kosmetik alami ✅ Pengobatan Tradisional Mengatasi masalah pencernaan Sebagai minyak pijat herbal Kegunaan dalam Produk Olahan Minuman herbal Sabun alami Produk kosmetik organik Campuran makanan sehat
Rp100.000
- Rp500.000
“Serobong Daksina” di Desa Ngis adalah bagian dari sarana upacara keagamaan Hindu, khususnya sebagai pelengkap banten Daksina. Daksina sendiri merupakan banten inti yang wajib ada dalam hampir semua upacara yajña, karena mengandung simbol penyucian pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika). Makna Serobong dalam Daksina Serobong adalah gulungan daun (biasanya daun lontar atau janur) yang dibuat berbentuk silinder dan ditempatkan di bagian tengah Daksina. Melambangkan Sushumna Nadi, jalur utama dalam tubuh halus manusia, tempat naiknya energi spiritual (kundalini) menuju kesadaran tertinggi. Secara filosofi, serobong menjadi penghubung antara Bhuana Alit (diri manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta), sehingga mengingatkan umat untuk menjaga keseimbangan. Isi & Penyusunan Serobong Biasanya di dalam serobong ditempatkan: Bija aksara suci (simbol huruf sakral) Benang tri datu (lambang tiga kekuatan: Brahma, Wisnu, Siwa) Lemah/tepung beras (simbol kesuburan) Daun sirih, buah pinang, dan bahan suci lain sesuai pakem desa setempat. Fungsi dalam Upacara Serobong Daksina tidak bisa dipisahkan dari banten Daksina, karena menjadi inti kesucian yang menghadirkan simbol Purwa Daksina (keberadaan Ida Sang Hyang Widhi dalam segala arah). Nb: Harga per 1 Suluh (25 Biji)
Rp15.000
- Rp25.000
Jaje Abug adalah salah satu jajanan tradisional Bali yang umumnya berbahan dasar beras ketan atau tepung beras, kemudian dikukus dan disajikan dengan dipotong-potong. Jika disebutkan dalam konteks Desa Ngis, berarti jajanan ini menjadi bagian dari kuliner khas yang sering disajikan dalam acara dan juga sebagai sesajen. Jaje ini memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih-manis, menjadikannya sajian khas pada hari-hari besar agama Hindu maupun acara adat. Bahan Utama: Beras ketan hitam (atau campuran ketan hitam & putih) Kelapa parut Gula merah cair (untuk topping) Cara Penyajian: Adonan ketan dikukus hingga matang, kemudian dipadatkan dalam wadah. Setelah itu dipotong-potong dan disajikan.
Rp2.000
Tikar Pandan adalah anyaman tradisional yang dibuat dari daun pandan yang dikeringkan, dipipihkan, lalu dianyam dengan pola tertentu hingga membentuk tikar. Di Desa Ngis, tikar pandan umumnya digunakan di pekarangan rumah sebagai alas untuk berbagai aktivitas adat dan sosial. Fungsi Utama: Sebagai alas banten (sesajen) dalam upacara adat. Tempat duduk bersama saat ngayah, mebanjar, atau persiapan upacara. Untuk tidur atau duduk santai di bale-bale di pekarangan rumah. Proses Pembuatan: Daun pandan dipotong, duri dibersihkan. Direbus dan dijemur agar lentur dan tidak mudah patah. Dianyam dengan teknik tradisional hingga membentuk lembaran besar. Nilai Budaya: Tikar pandan melambangkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kearifan lokal. Kehadirannya di pekarangan rumah menegaskan identitas budaya Bali yang menjaga tradisi, sekaligus ramah lingkungan.
Rp30.000
- Rp45.000