Pemerintah Desa Ngis menerima kunjungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem dalam rangka pemutakhiran data Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Ngis. Kehadiran Satpol PP disambut langsung oleh Perbekel Desa Ngis.
Dalam pertemuan tersebut, Satpol PP Kabupaten Karangasem menyampaikan beberapa masukan penting kepada pemerintah desa. Di antaranya, agar Pemerintah Desa menganggarkan pelatihan bagi anggota Satlinmas, membuat Kartu Tanda Anggota (KTA), serta mengikutsertakan Satlinmas dalam setiap kegiatan desa. Selain itu, juga diharapkan adanya jadwal penjagaan Satlinmas di Kantor Desa setiap hari kerja untuk mendukung keamanan dan ketertiban.
Menanggapi hal tersebut, Perbekel Desa Ngis menegaskan bahwa Pemerintah Desa setiap tahunnya telah menganggarkan pelatihan bagi Satlinmas, termasuk perlindungan jaminan sosial tenaga kerja (JAMSOSTEK). Selain itu, Satlinmas juga rutin dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan program desa, seperti Musyawarah Desa, Festival Desa, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dengan adanya pemutakhiran data dan peningkatan peran Satlinmas, diharapkan keberadaan Satlinmas Desa Ngis semakin optimal dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung jalannya pembangunan dan kegiatan masyarakat di desa.


Pemberdayaan
NGIS – Dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan dan memperkuat jalinan kemitraan antarwilayah, Pemerintah Desa Ngis menerima kunjungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Karangasem pada Senin, 4 Mei 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pembinaan Kerja Sama Desa yang bertempat di Kantor Desa Ngis. Tim dari Dinas PMD hadir untuk memberikan arahan teknis serta pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemetaan potensi desa yang dapat dikerjasamakan, baik dengan pihak ketiga maupun antar-desa tetangga. Kepala Desa Ngis diwakili oleh Sekretaris Desa, I Nengah Nurata menyambut baik pembinaan ini. Beliau menyampaikan bahwa bimbingan dari Dinas PMD sangat krusial agar kerja sama yang dibangun ke depannya memiliki payung hukum yang kuat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi serta pelayanan masyarakat di Desa Ngis. Selama kegiatan berlangsung, dilakukan diskusi interaktif mengenai kendala administrasi dan penyusunan naskah kerja sama (MOU) agar sejalan dengan regulasi terbaru. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan Desa Ngis mampu menggali peluang kolaborasi yang lebih luas untuk kemajuan pembangunan desa.
Kesehatan
DESA NGIS - Menanggapi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Desa bersama petugas kesehatan dari PuskesmasIImelaksanakan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di seluruh wilayah lingkungan desa pada hari ini, Jumat (17/04). Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, kader posyandu, dan tim medis yang turun langsung ke rumah-rumah warga. Fokus utama aksi kali ini adalah memantau jentik nyamuk di tempat penampungan air serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penerapan 3M Plus(Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas). Pihak Puskesmas II menekankan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Selain pemeriksaan fisik, tim juga membagikan bubuk abate secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Melalui gerakan serentak ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan meningkat, sehingga Desa Ngis dapat bebas dari ancaman DBD.
Acara
DESA NGIS – Setelah berhasil melewati seleksi ketat dan ditetapkan masuk dalam jajaran Tiga Besar terbaik pada tahap administrasi, perjuangan Desa [Nama Desa] dalam ajang Perlombaan Desa Tingkat Kabupaten Karangasem Tahun 2026 terus berlanjut. Tepat pada hari ini, Rabu (15/04/2026), Desa Ngis menerima kunjungan dari Tim Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Kabupaten Karangasem. Kehadiran tim penilai ini bertujuan untuk melaksanakan Tahap Pemaparan dan Klarifikasi Lapangan. Dalam kegiatan ini, Perbekel Ngis memaparkan secara langsung berbagai inovasi unggulan, mulai dari tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian potensi lokal. Setelah pemaparan, Tim Evaluasi langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi serta mencocokkan data administrasi dengan realita fisik dan kebermanfaatan program di tengah masyarakat. "Ini adalah momentum penting bagi kita semua. Masuknya desa kita ke tahap tiga besar adalah bukti kerja keras seluruh elemen desa. Semoga hasil klarifikasi lapangan ini semakin menguatkan langkah kita menuju desa yang mandiri dan berprestasi," ujar [Nama Perbekel], Perbekel [Nama Desa]. Tahap klarifikasi lapangan ini menjadi penentu krusial dalam penilaian akhir Lomba Desa tahun ini. Dengan semangat gotong royong, Desa Ngis optimis dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh warga.